menghilangkan virus tanpa antivirus
Memakai komputer bersama-sama tentu merentankan media penyimpanan kita dari bermacam-macam virus. Sebelum ini flash disk saya yang berisi laporan-laporan riset terkena virus yang menyembunyikan file berekstensi .doc dan menggantikannya dengan file bernama sama tapi berekstensi .exe. Akhirnya si laporan riset ga bisa dibuka dan saya terpaksa mengetik ulang paper yang harus segera dikirimkan ke sebuah conference.
Biasanya sih, virusnya ngga seganas-ganas itu. Paling banter virus membuat file .exe dari nama-nama folder. Secara umum kalaupun file ini dihapus ngga akan berakibat apa-apa terhadap media penyimpanan kita. Makanya ketika anti virus mendeteksi adanya file berekstensi .exe dan diidentifikasi sebagai virus, saya langsung kasih command delete permanently. Kala itu saya salah dan harus kehilangan file-file saya.
Virus lain yang ngga ganas, yaitu file bernama service.exe yang sering ngendon di recycle bin. File ini ngga bisa didetect oleh anti virus, paling banter file keluarannya yang bernama autorun.inf saja yang bisa didetek dan dihapus. Tapi, kalau komputernya sudah kena virus, biasanya si file autorun.inf akan terus menerus dibuat meskipun sudah dihapus berulang kali.
Kalo dapat virus macam ini, sebenarnya gampang saja. Asalkan bisa boot dari CD atau USB, virus bisa dihilangkan tanpa anti virus. Gimana caranya? Coba cari CD live linux atau versi usb disk drivenya. Booting melalui linux dan kemudian ke console / command prompt / terminal. Beraksi sebagai root, akseslah disk-disk yang memiliki virus.
Kalau komputer anda sudah terkena virus, coba periksa folder RECYCLER, apa ada file service.exe disalah satu sub directory nya ga? Kalau ada, komputer sudah terkena virus dan harus dibersihkan lewat console. Dengan bertindak seperti superuser / administrator, hapus saja folder RECYCLER beserta file/directory di bawahnya.
Contohnya misal, usb anda terkena virus dan anda sudah boot pakai Ubuntu linux. Anda aktifkan console lalu ketikkan
> cd /media/usb > sudo rm -r RECYCLERselain itu jangan lupa delete autorun.inf dengan perintah
> sudo rm autorun.inf
Untuk drive C nya juga sama, tapi biasanya ngga ada autorun.inf jadi cukup hapus folder RECYCLER yang merupakan folder recycle bin.
Mudah-mudahan berhasil.
dikutib dari : www.schoolofuniverse.com
Tips dan Trik Membasmi Virus
langkah-langkah umum berikut dalam membasmi virus:
1.
Nonaktifkan System Restore.
Fasilitas
System Restore pada Windows berguna untuk mengembalikan konfigurasi
sistem ke konfigurasi sebelumnya. Agar sistem yang telah pulih tidak
kembali rusak, matikan fasilitas ini dengan klik kanan pada My
Computer dan pilih Properties. Lalu pilih tab System Restore dan
centang bagian Turn off System Restore on All Drive.
2.
Matikan proses virus.
Bagaimanapun
caranya, matikan proses virus. Biasanya proses virus memiliki
ikon berupa folder atau dokumen MS Word. Gunakan aplikasi seperti
Process Explorer, Pocket Killbox, Show Kill Process, The Killer
Machine, dan sebagainya.
3.
Pulihkan registry.
Pulihkan
registry yang telah diotak-atik oleh virus. Jika tidak, maka virus
dapat menginfeksi komputer Anda lagi. Gunakan Hijack This, Registry
Cleaner, atau The Killer Machine. Hapus juga entry Scheduled
Task yang dibuat oleh virus jika ada.
4.
Hapus file-file virus.
Gunakan
fasilitas Search pada Windows untuk menemukan file-file virus.
5.
Munculkan file-file yang disembunyikan virus.
Virus
pada umumnya tidak begitu kejam dengan menghapus dokumen-dokumen
kita. Biasanya file-file tersebut hanya disembunyikan. Gunakan
perintah attrib -s -h
untuk memunculkannya kembali.
6.
Saran terakhir untuk pencegahan. hati-hatilah saat melakukan transfer
data baik melalui disket, USB Flash Disk, maupun dari jaringan.
Tunjukkan file hidden dan ekstensi file pada Windows Explorer.
Selain itu, jangan mudah tergoda oleh file-file dengan nama yang
menggoyahkan iman
Sidik
Jari Virus
Virus,
dan juga file-file lain, ternyata juga memiliki sidik jari. Namanya
adalah CRC32 (Cyclic Redudancy Check). Nilai checksum
untuk CRC ini unik untuk setiap file. Dengan demikian kita dapat
mengenali apakah sebuah file merupakan virus atau bukan melalui CRC
ini. Salah satu contoh antivirus yang menggunakan teknik pengenalan
CRC ini adalah WAV yang bisa diunduh dari virologi.info/download.
